Wednesday, 12 December 2012

TWEEKLY # 13 " Perjalanan Ke Afrika" - incomplete-

PERJALANAN KE AFRIKA


Papa memanggilku ke ruang tamu " Duduk Lily" kata papa. "Papa tahu kamu senang berpetualang, jadi setelah lama berdiskusi dengan mama, papa dan mama setuju untuk mengajakmu berlibur ke Afrika! Bagaimana seru kan?" "Yes!" kataku sambil mengacungkan tinju di udara, "kita akan berangkat 1 september mendatang," kata papa. "Tapi papa, bagaimana dengan sekolah?" tanyaku bingung. "Papa akan menyewa Ibu Tita untuk menjadi gurumu di Afrika," " dia guru favoritmu bukan?" kata papa sambil tersenyum. Aku pun mengangguk, lalu merangkul papa " terima kasih, Papa" bisikku.

Tak terasa 1 September datang dengan cepat. Bu tita telah siap, aku telah siap dan mama, papa pun telah siap. Rencananya kita akan naik kapal Phinisi bernama 'Mutiara Laut' menuju ke India, setelah itu kita akan naik pesawat menuju ke Saudi Arabia, lalu dari sana kita akan naik pesawat lagi ke Afrika Selatan, di Afrika kita akan menetap selama 30 hari lalu kembali ke Bali menggunakan rute yang sama.

Setelah memeriksa ulang bahwa semua supply makan dan barang- barang lainya telah berada di dalam mobil, kami pun berangkat menuju Benoa. Ketika kami sampai di Benoa, kami pun terpesona karena di hadapan kami sebuah kapal Phinisi sedang mengapung. Kapal itu terlihat anggun sekali, bercat outih bersih. Karena penasaran, saya mengetuk lambung kapal itu, ternyata lambung kapal itu sangat kuat. Saya pun sangat yakin bahwa kapal itu pasti terbuat dari kayu dengan kualitas yang sangat baik. Tetapi yang paling membuat saya terpesona adalah pahatan putri duyung yang diletakkan di bagian depan kapal tersebut.

Putri duyung itu terlihat begitu nyata, dengan mata berwarna hijau cerah. Menatap ke lautan yang luas. Rambutnya berwarna coklat- kehitaman berhiaskan jepit kerang berwarna krem, yang tergerai di bahunya. Ia mempunyai sebuah sirip berwarna hijau muda. Karena sirip sang putri duyung dicat dengan begitu sempurna, sirip itu akan memantulkan semua cahaya yang menerpanya. Sungguh sebuah maha karya, saya pikir yang membuat hiasan ini pasti seorang seniman yang benar- benar memiliki talenta yang besar.

Setelah puas mengagumi sang putri duyung saya pun menaiki kapal. Di dalam kapal terdapat 11 awak kapal, yang dengan senyum dan raut muka yang ramah memperkenalkan diri kepada saya. Yang pertama memperkenalkan diri adalah seorang lelaki bernama Adi, dia juru masaknya. Ia sempat belajar ke Perancis sebagai sorang tukang masak.

No comments:

Post a Comment